Bahaya Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dini

Bahaya Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) DiniApakah bahaya memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) dini ? Usia optimal dimulainya pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah saat bayi berusia 6 bulan.

Sebelum tahun 2001, anjuran pemberian MPASI dapat dimulai saat bayi berusia 4 hingga 6 bulan. Seiring berkembangnya penelitian yang membuktikan bahwa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan memberikan banyak manfaat bagi bayi dan juga ibu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan waktu optimal pemberian MPASI adalah saat bayi berusia 6 bulan.

Banyak ibu dan ayah (umumnya, bila bayi adalah anak pertama) sangat bersemangat untuk segera memberikan MPASI karena dalam diri mereka ada perasaan bangga dan bahagia telah membuat pencapaian besar.

Hal ini dapat memicu orangtua memberikan MPASI dini. Selain itu, banyak ibu yang khawatir bayinya kelaparan karena terus menerus menyusu. Orangtua juga memberikan MPASI dini karena bayi sudah menunjukkan ketertarikan terhadap makanan. Bayi yang rewel juga sering dihubungkan dengan kebutuhan bayi untuk menerima MPASI.

Padahal, kesiapan bayi untuk menerima MPASI juga tergantung dari kematangan sistem pencernaan dan perkembangan bayi lainnya.

Keluarga terdekat dan teman memiliki peran besar dalam menentukan waktu pemberian MPASI dan jenis makanan yang diberikan sebagai menu awal MPASI. Oleh karena itu, edukasi yang tepat kepada anggota lain dan lingkungan sangat penting, tidak hanya pada ibu dan ayah. Berikut ini adalah bahaya memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) dini.

Bahaya Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dini

1. Bayi lebih rentan terkena berbagai penyakit.

Saat bayi menerima asupan lain selain ASI, imunitas atau kekebalan yang diterima bayi akan berkurang. Pemberian MPASI dini beresiko membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman, apalagi bila MPASI tidak disiapkan secara higienis.

2. Berbagai reaksi muncul akibat sistem pencernaan bayi belum siap.

Bila MPASI diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan bisa menimbulkan berbagai reaksi, seperti diare, sembelit/konstipasi, dan perut kembung atau ber-gas.

Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Berbagai enzim seperti amilase (enzim pencerna karbohidrat) yang diproduksi pankreas belum cukup tersedia ketika bayi belum berusia 6 bulan. Begitu pula dengan enzim pencerna karbohidrat lainnya (seperti maltase dan sukrase) dan pncerna lemak (lipase dan bile salts).

3. Bayi berisiko menderita alergi makanan.

Memperpanjang pemberian ASI eksklusif menurunkan angka terjadinya alergi makanan. Pada usia 4-6 bulan kondisi usus bayi masih ‘terbuka’. Saat itu, antibodi (slgA) dari ASI masih bekerja melapisi organ pencernaan bayi dan memberikan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Produksi antibodi dari tubuh bayi sendiri dan penutupan usus terjadi saat bayi berusia 6 bulan.

4. Bayi berisiko mengalami obesitas/kegemukan.

Pemberian MPASI dini sering dihubungkan dengan peningkatan berat badan dan kandungan lemak di tubuh anak pada masa datang.

5. Produksi ASI dapat berkurang.

Makin banyak makanan padat yang diterima bayi makin tinggi potensi bayi mengurangi permintaan menyusu. Bila ibu tidak mengimitasi frekuensi bayi menyusu dengan memerah, produksi ASI dapat menurun. Bayi yang mengonsumsi makanan padat pada usia yang lebih muda cenderung lebih muda disapih.

6. Persentase keberhasilan pengatur jarak kehamilan alami menurun.

Pemberian ASI eksklusif cenderung sangat efektif dan alami dalam mencegah kehamilan. Bila MPASI sudah diberikan, bayi tidak lagi menyusu secara eksklusif.

7. Bayi berisiko tidak mendapat nutrisi optimal seperti ASI.

Umumnya bentuk MPASI dini yang diberikan berupa bubur encer atau cair yang mudah ditelan bayi. MPASI seperti ini mengenyangkan bayi, tetapi nutrisinya tidak memadai.

8. Bayi berisiko mengalami invaginasi usus atau intususepsi.

Invaginasi atau intususepsi adalah keadaan suatu segmen usus masuk kedalam bagian usus lainnya sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius dan bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, tetapi hipotesis yang paling kuat adalah karena pemberian MPASI yang terlalu cepat.

demikian informasi yang bisa kami sampaikan tentang Bahaya Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dini, jika anda memiliki masalah kesehatan, anda dapat berkonsultasi langsung pada kami terkait obat yang aman dikonsumsi.

kontak kami: 082214300463

posted by: efeksampingqncjellygamat.com

Bahaya Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dini

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*